Feeds:
Posts
Comments

oleh: Jango98

Inilah adalah bentuk ketidak jelasan, kontradiksi dalam Quran. Allah menyatakan bahwa Quran diturunkan dengan bahasa arab yang jelas. Yang namanya jelas tentu harus dapat dipahami tanpa ditafsir yang aneka ragam. “Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan dalam bahasa Arab”(QS. Ar Ra’d 13 : 37) “dengan bahasa Arab yang jelas”(Qs. Asy Syu’araa’ 26 : 195), “Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan”(QS, Az Zumar 39 : 28) TETAPI apa yang terjadi dengan ayat-ayat berikut (buanyak bangetz), yang TIDAK JELAS sama sekali bahkan ULAMA-ULAMA islam kebingungan dan tidak ada yang tahu maknanya. “Alif laam miin”(Qs. Albaqarah 2:1, Almaidah 3:1, Luqman 31:1, As Sajdah 32:1, ), “Alif laam raa,”(Qs. Huud 11:1, Yusuf 12:1), “Alif laam miim raa”(Qs. Ar Ra’d 13:1, Ibrahim 14:1, Al Hijr 15:1), “Yaa siin”(QS. Yasiin 36:1), “Shaad”(QS. Shaad 38:1), “Haa Miim”(Qs. Al Mu’min 40:1, Fushshilat 41:1, Asy Syuura 42:1, Az Zukhruf 43:1, Ad Dukhaan 44:1, Al Jaatsiyah 45:1, Al Ahqaaf 46:1), “Qaaf”(Qs. Qaaf 50:1), “Nun”(QS. Al Qalam 68:1) inilah bukti ketidak jelasan Quran & kontradiksi quran. baca tulisan Ahli Quran ini : ( Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: alif laam miim, alif laam raa, alif laam miim shaad dan sebagainya. Diantara ahli-ahli tafsir ada yang MENYERAHKAN – ini berarti tidak jelas.pen- pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya -jika jelas kenapa ditafsir.pen)

source: http://islam.nab.su/artikel7.html

Penghakiman sepihak yang sungguh-sungguh sangat menyesatkan dari pengarang situs tersebut. Tanpa dia mau meneliti barang sedikitpun akan penjelasan-penjelasan yang sebenarnya sudah gamblang.

Alief adalah abjad pertama dalam huruf Hijaiyyah sedangkan berturut-turut Lam dan Miem merupakan abjad ke-23 dan ke-24 dalam susunan huruf Hijaiyyah.

Para penafsir al-Qur’an terbagi atas beberapa bagian dalam memahami ayat pertama dari surah al-Baqarah ini, sebagaimana bisa dibaca juga dalam penjelasan al-Qur’an terbitan Departemen Agama Republik Indonesia :

Diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu. ( al-Qur’an dan terjemahnya Edisi Revisi 1989, Departemen Agama Republik Indonesia Jakarta Penerbit Gema Risalah Press Bandung hal. 8)

A. Hassan sendiri dalam Tafsir al-Furqonnya pada halaman 2 footnote 9 yang merupakan penjelasan dari ayat ini menulis :

Menurut sebahagian dari tafsir-tafsir, bahwa :
a. Alief itu ringkasan atau potongan huruf dari kalimah Allah atau Ana ( artinya AKU )
b. Lam itu ringkasan atau potongan huruf Jibril, Allah atau Latief ( Maha Halus )
c. Miem itu ringkasan atau potongan huruf dari Muhammad, A’lam ( Maha Mengetahui ) atau Majid ( Maha Mulia )

Continue Reading »

Oleh: Jango98

Tidak ada lagi selain RAJA SETAN (IBLIS) yang mengirim setan-setan kepada manusia. Tuhan tidak akan mengirim setan-setan melainkan utusan yang baik yg akan membimbing manusia namun auloh.swt telah mengirim setan-setan kepada orang kafir, itu berarti dialah yang menggoda dan menyebabkan manusia menjadi kafir. Siapa lagi yang mengirim SETAN-SETAN kalau bukan RAJA SETAN yaitu auloh.swt sebagaimana yang tertulis dalam quran.”Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah MENGIRIM SETAN-SETAN itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?,” (QS. Maryam9 : 83)

source: http://islam.nab.su/artikel1.html

Pertama-tama dalam menanggapi fitnahan ini adalah bahwa QS. Maryam bukanlah surah ke 9, melainkan ke 19. Dalam hal ini terlihat bahwa pengarang situs tersebut bukanlah orang yang teliti dan hanya bermaksud melakukan penyesatan. Ayat tersebut juga dipotong dengan semena-mena sehingga mengaburkan latar belakang dari turunnya ayat tersebut. Saia mencoba memberikan sambungan dari QS. Maryam tersebut:

19. 83. Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan- syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?,

19. 84. maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.

Continue Reading »

Oleh: Jango98

Ritual sholat adalah menghina Tuhan, karena Tuhan yg sesungguhnya tidak tergila-gila pada masalah penyembahan. Ini penghinaan yang luar biasa sekali kurang ajarnya. Apa sih yang Tuhan utamakan? Perilaku hidup umatNya, itulah yang menyenangkan Tuhan dan itulah yang Tuhan ridhoi. Ritual sholat adalah sama dengan menganggap Tuhan itu sosok pribadi yang sangat idiot, girang banget kalau disembah-sembah, sehingga tidak peduli pada keadilan dan kebenaran. Dengan demikian, bangsa Arab menganggap Tuhan itu botol dan buta rohani. Ini sikap yang sangat kurang ajar dan menghina. Tuhan yang sejati tidak lebih mengutamakan penyembahan ketimbang keadilan dan kebenaran. Penyembahan hanyalah efek samping dari ketundukan, dan bukanlah sesuatu yang diutamakan, apalagi sampai mengandung pahala. Tuhan tidak pernah menjanjikan pahala bagi orang yang nyembah-nyembah diriNya, justru setan-lah yang menjanjikan pahala bagi orang yang bersedia nyembah-nyembah dirinya. SETAN dalam Bibel menjanjikan pahala bagi siapa yang mau menyembahnya.?Jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” (Lukas 4:7) auloh.swt dalam Alquran, menjanjikan surga bagi siapa saja (termasuk pada penjahat) asal cuma setia menyembahnya saja. “Seorang Pencuri dan Pezinah akan masuk surga, asal cuma menyembah Awloh saja seumur hidupnya”(Sahih Bukhari 9.93.579) “Siapa saja yang hafal 99 nama Awloh, dijamin masuk surga” (Sahih Muslim, Book 035, Number 6475)

Source: http://islam.nab.su/artikel5.html

Sungguh pengarang dari website di atas tidak memiliki pengetahuan apa-apa tentang arti dan makna shalat. Bahkan tidak memiliki pengetahuan apa-apa terhadap islam. Tapi dia hanya memperlihatkan kebenciannya terhadap islam dengan berusaha memutarbalikkan ayat-ayat Alquran. Namun, fitnah ini Insya Allah akan semakin memperkuat iman setiap muslim yang kian menyadari betapa firman Allah dalam Alquran itu adalah benar tanpa keraguan sedikitpun.

Secara bahasa, shalat berarti doa. Shalat dengan makna doa dicontohkan di dalam Al-Quran Al-Karim pada ayat beikut ini.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan shalatlah (mendo’alah) untuk mereka. Sesungguhnya shalat (do’a) kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. At-Taubah: 103)

Continue Reading »

oleh: Yazixchi

kejahatan yg halal
Bicara masalah kejahatan mungkin bagi kita manusia tdk heran lg mendengarnya.. Kita smua umat beragama mana pun tdk ada yg menjamin umatnya tdk pernah melakukan kejahatan..
Dimana-mana dan setiap saat kita slalu mendengar kejahatan telah tejadi di suatu tempat.. Kenapa slalu terjadi kejahatan? Mungkin krn kita terlahir sbagai se orang berdosa.. Nah di sinilah agama berfungsi mengurangi tingkat kejahatan tersebut. Kejahatan terjadi berdasarkan unsur2 kemanusiaan, artinya kejahatan yg dilakukan seseorang diluar apa yg di ajarkan oleh Tuhan dan agamanya.. Tp saya mohon jangan ada yg mengatakan smua agama begini..
Agama islam salah satunya.. Di dalam agama islam justru mengajarkan berbuat kejahatan yg menurut kita manusia tp bukan kejahatan menurut agama ini dan bahkan di perbolehkan (HALAL)..
Salah satu kejahatan paling keji menurut kita manusia adalah membunuh.. Didalam agama islam justru di halalkan membunuh manusia yg telah melawan dan menentang islam. Mereka tdk segan2 menghabisi org yg menentang mereka.. Pertanyaannya bagai mana mungkin agama ini menghalalkan darah org yg menentang mereka..? Pantaskah mereka membunuh sesamanya manusia..? Kenapa mereka sampai tega melakukan hal ini.? Seekor harimau pun tdk akan tega membunuh sesamanya harimau.. Tp kenapa islam lebih rendah di banding binatang..?
Sebesar apapun kesalahan seseorang, kita sbagai manusia tdk akan pernah punya hak utk membunuh seseorang itu krn kita jg sama seperti dia adalah ciptaan Tuhan, walaupun dlm kenyataanya banyak jg yg menghabisi nyawa seseorang krn emosi.. Sampai saat ini slain agama islam, saya belum pernah mendengar ada ajaran agama yg mengajarkan membunuh, bahkan agama sesat skali pun.. Bukankah jika agama islam mengajarkan membunuh, agama ini lebih rendah di banding agama sesat..? Ada yg sudah nonton saat pelaku terorist boom di bali yg menhabisi ratusan nyawa org, di sidang di pengadilan..? Mau tau apa reaksi pelaku boom ini..? Dia dgn bangganya berteriak di hadapan smua org “AULOH HU AKBAR..! AULOH HU AKBAR..!” Kenapa pelaku ini berteriak begitu dgn bangganya? Itu krn dia merasa telah melakukan hal yg baik yg telah di ajarkan agamanya..

Source : http://islam.nab.su/artikel11.html

Umat non muslim selalu beranggapan kalau agama Islam adalah agama yg kejam, yang menghalalkan darah orang kafir. Sebenarnya anggapan tsb sangat2 tdk benar dan merupakan fitnah belaka.

Mungkin inilah dasar mengapa org non musliim tsb beranggapan demikian (terutama surat At Taubah:

Continue Reading »

oleh: tQkai

1. SITI KHADIJAH: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkimpoian Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkimpoian. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal. Continue Reading »

oleh: tQkai

al-islahonline.com : Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.

Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.

Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2):144].

Continue Reading »

oleh: tQkai

al-islahonline.com : Ayah nabi Muhammad SAW adalah Abdullah, artinya Hamba Allah. Siapakah Allah yang dimaksud ? Bukankan sebelum Nabi diutus, bangsa Arab belum mengenal Islam ? Nabi Muhammad SAW juga berdo’a di Gua Hira’. Berdo’a kepada siapakah beliau ? Apa agama nabi Muhammad SAW sebelum beliau diangkat menjadi Rasul ?

Orang Arab sesungguhnya telah mengenal Allah SWT jauh sebelum kelahiran nabi Muhammad SAW. Sebab Al-Quran sendiri yang menegaskan bahwa musyrikin Arab itu kenal betul bahwa tuhan mereka adalah Allah SWT. Dalam salah satu ayat Al-Quran digambarkan bagaimana pengakuan orang Arab jahiyah terhadap keberadaan Allah SWT.

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (QS Al-Ankabut: 61)

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya). (QS Al-Ankabut: 23)
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS Luqman: 25)

Continue Reading »

oleh: tQkai

al-islahonline.com : Kalau ada seorang Muslim menyembah Ka’bah atau menjadikan Ka’bah sebagai sesembahannya, berarti Ia sudah murtad dan menjadi kafir. Di manapun, seorang Muslim harus menghadirkan Allah dalam hati sanubarinya.

Forum Arimatea menggelar suatu forum dialog antara teolog Muslim dan Kristiani di Gedung Kampus STEKPI, Kalibata, Jakarta Selatan, 19 Maret lalu. Hadir sebagai pembicara dalam orasi ilmiah dan dialog tersebut, antara lain: Habib Mohammad Rizieq Syihab, Lc, Ustadz Dr. Muslin Abdul Karim MA, dan Ustadz Solehan MC. Panitia penyelenggara mengatur tempat duduk peserta sedemikian rupa, di mana kelompok Nasrani duduk di bagian tengah, sedangkan kelompok Muslim ditempatkan pada sisi kiri dan kanan. Hal itu karena, mayoritas yang hadir kebanyakan dari kelompok Islam.

Continue Reading »

oleh: tQkai

1. anda mengatakan Nabi Muhammad saw adalah licik, pembunuh massal, sex maniac, kepala perampok.
Saya Jawab:
Kejujuran beliau saw sudah dibuktikan dimasa kehidupan beliau oleh ribuan manusia, orang yg hidup dan menyaksikan kelahirannya, pertumbuhannya jauh sebelum beliau saw menyampaikan wahyu, dan setelah beliau saw menyampaikan wahyu, kejujurannya, kebenarannya, penyantunnya, kasih sayangnya, diakui oleh seluruh masyarakat di zamannya, bahkan musuh musuhnya, bahkan kaum yahudi, bahkan kaum nasraniy, bahkan kaum munafik sekalipun masih menyaksikan hal itu.

Saya ingin satu bukti ucapan seorang nasran di zaman beliau saw yg mengatakan Muhammad saw adalah pembohong, sex maniac, pembunuh massal?, tentunya ini hanyalah ucapan orang orang badwi, munculkan satu bukti dari ucapan musuh musuh beliau saw saat di zamannya yg dari kalangan berpendidikan..?, apakah kaum nasrani saat itu kesemuanya bungkam? kemana para pendeta dan kalian?, apa yg mereka kerjakan saat itu?, mereka yg menyaksikan kehidupan Muhammad saw malah beriman kepadanya, apakah mereka beriman kepada seorang pembunuh massal?, beriman pada seorang sex maniac?, beriman pada seorang pembohong?, bila anda membenarkan pernyataan ini maka seluruh pendeta nasrani sudah jadi bodoh sejak sebelum kebangkitan Muhammad saw.., umpatan umpatan ini hanya muncul dari kalangan Badui dan kalangan orang bodoh di zaman itu dan orang bodoh di zaman sekarang.

Sejarah menjelaskan tak satupun dari pendeta nasrani menentang dan memerangi Muhammad saw, bahkan Abisina Kaisar Najasyi yg beragama Kristen ketika datang utusan Muhammad saw kepadanya yaitu Jakfar bin Abi Thalib ra, yg saat itu kaisar Najasyi juga sedang bersama Amr bin Ash (sebelum keislamannya), Amr bin Ash berusaha mempengaruhi Kaisar Najasyi bahwa Muhammad ini pendusta, (tentunya Amr bin Ash saat itu masih dari kalangan badui gurun yg berpegang dg adat jahiliyah membunuh anak wanita yg lahir dll), ia berkata kepada kaisar Najasyi : “Coba Tanya pada utusan Muhammad saw apa yg ia ucapkan atas Isa bin Maryam..!”, maka ketika dijawab oleh jakfar bin abi thalib ra dengan lantunan surat Maryam.., maka runtuhlah Kaisar Najasyi, ia beriman pada Muhamad saw dan masuk islam bersama para pendeta penasehatnya, hingga tak lama kemudian ia wafat maka Rasul saw melakukan shalat gaib untuknya (shalat gaib = shalat jenazah untuk orang yg wafat dari kejauhan), dan ini adalah pertama kalinya shalat ghaib dilakukan oleh Rasul saw dalam islam (Shahih Bukhari).

Continue Reading »

Oleh: tQkai

Selain menikah dengan Khadijjah, yaitu dimasa setelah wafatnya sang istri tercinta, Nabi Muhammad juga telah melangsungkan pernikahan secara berturut-turut dengan Saudah binti Zam’ah, ‘Aisyah binti Abu Bakar, Zainab binti Khuzaimah, Hafshah binti Umar bin Khattab, Ummu Salamah, Juwairiyah binti al-Harits, Zainab binti Jahsy, Saffiyah binti Huyai bin Khattab, Ummu Habibah alias Ramlah binti Abu Sofyan, Mariatul Qibthiyyah dari Mesir dan terakhir dengan Maimunah binti al-Harits al-Hilaliyyah alias Barrah sekitar tahun ketujuh Hijriyah (629 Masehi).

Dari berbagai pernikahannya itu, Rasulullah SAW tidak mendapatkan keturunan kecuali dari Mariatul Qibthiyyah yang merupakan hadiah dari seorang Gubernur Mesir Maukakis. Ummul Mukminin Maria melahirkan seorang putera yang oleh Rasul diberinya nama Ibrahim. Sayang usianya tidak lama, beliau hanya hidup selama 18 bulan sebelum akhirnya wafat.

Continue Reading »

Older Posts »