Feeds:
Posts
Comments

Alhamdulillah, salah seorang rekan saia, yang juga seorang pengusaha tionghoa terkenal di wilayah tempat saia tinggal, akhirnya memutuskan menjadi mualaf. Saia beberapa kali berdiskusi dengan beliau sebelum dan sesudah menjadi mualaf.

Rupanya, ada satu fenomena aneh yang berkembang di tengah rekan-rekan tionghoa. Yaitu bahwa apabila mereka masuk Islam, maka mereka percaya mereka akan jatuh miskin. Karena masuk Islam berarti keluar dari ajaran leluhur dan tidak boleh membawa harta benda. Artinya, mereka meramalkan semua tionghoa yang memeluk Islam akan jatuh miskin. Sungguh aneh bukan?

Satu hal lagi adalah, dengan masuk Islam berarti mereka akan meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi babi. Rupanya di kalangan mereka juga beredar pendapat bahwa mereka akan jadi bego atau bodoh apabila tidak mengkonsumsi daging babi ini. Entah sejak kapan ada korelasi antar mengkonsumsi daging babi dengan kecerdasan otak manusia. Semakin aneh bukan?

Saia tidak tahu semenjak kapan pemahaman seperti ini berkembang. Saiapun baru tahu karena rekan / sahabat saia ini baru terbuka setelah menjadi mualaf. Menurut beliau hal inilah yang membuat rekan-rekan tionghoa agak berat memeluk agama Islam.

Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua dan sahabat-sahabat semua agar kita dapat meluruskan pemahaman keliru ini bersama-sama.

Islam dan Teroris

“Islam is the only civilization which has put survival of the West in doubt ,and it has done at least twice”

Samuel P Huntington,penbasihat politik terkemuka pemerintah AS

Begitu komunisme dianggap runtuh,dengan tempo yang cepat diskusi –diskusi tentang “ancaman islam”a tau ‘bahaya islam’ bermunculan.Dalam bukunya yang sudah tidak asing lagi di Dunia Internasional,seorang Ilmuwan politik dari Harvard,Samuel P,Huntungton dalam “the clash of civilization and Remaking  of Word Order mengarahkan Barat untuk memberi perhatian khusus kepada Islam.Hanya Islamlah satu-satunya peradaban yang berpotensi besar menggoncang peradaban Barat,sebagaimana dibuktikan dalam sejarah.

Pasca peristiwa 11 September 2001,gejala ini makin menjadi-jadi .Masalahnya bukan terletak pada aspek kajian ilmiah yang jujur dan adil.tetapi kajian,analisis yang memunculkan “ Islam militant sebgai musuh utama Barat”, dimanfaatkan untuk memberikan legitimasi berbagai kebijakan politik  dan militer AS dan Negara-negaraBarat lainya,yang ujungnya adalah mengejar kepentingan-kepentingan politik,bisnis,ekonomi,dengan menggunakan jargon-jargon demokrasi,liberalisasi,dan Hak Asasi Manusia.

Munculnya mitos-mitos aneh selepas tragedi WTC 2001 seperti cerita tentang bahaya Osama Bin Laden dan terorisme sudah begitu bercampur dengan mitos melegenda.Adalah sebuah Negara yang memiliki angkatan perang terkuat dalam sejarah umat manusia ,seperti AS ,justru menajdikan Osama Bin Laden menjadi musuh utamanya.Seolaholah Osama mampu meruntuhkan Negara adikuasa itu.Osama lenyap bak orang ditelan bumi,jika memang Osama dianggap sebagai musuh besar umat manusia,bukankah bertahun-tahun AS dan sekutunya merupakan penyokong utama Osama Bin Laden?(bisnis,dan melawan rusia) Dalam kasus  ini tampak kebijakan politik pragmatis bisa mengalahkan aspek ideologis.

Perubahan hubungan AS dan Al Qaeda menunjukkan,aspek ideologis dikesampingkan,demi kepentingan temporal.Meskipun Al Qaeda dibantu AS dalam menghadapi musush bersama –Uni Sovyet- tetapi setelah runtuhnya Sovier,al Qaeda  yang oleh pers Barat sebelumnya disebut sebut dengan istilah “mujahidin” kemudian ganti dimitoskan oleh AS sebagai “musuh dunia” yang paling berbahaya ,bahkan lebih berbahaya dari Uni Sovyet.

Mitos-mitos ancaman terorisme Islam –khususnya – Al Qaeda ini senarnya lebih banyak berkaitan dengan masalah”kepentingan” Ancaman mungkin ada,tetapi jika Al Qaeda dijadikan musuh yang lebih berbahaya dari Soviet,tentu saja itu menjadi sebuah mitos.Dan mitos yang berkembang sekarang ini mulai mengarah kepada suaru wacana yaitu “ Islam Teroris”,sebuah mitos yang sedang dibangun setelah komunis runtuh,membuat wajah baru,menggantikan wajah lama.

Jika trauma –trauma yang dialami barat terhadap Islam dimasa lalu ,memang telah menciptakan mitos-mitos ketakutan terhadap Islam.maka tidaklah aneh jika sensitivitas perasaan masyarakat disanan dengan mudah dieksploitasi untuk kepentingan politik

Dan dalam kebijakan dan kepentingan politiknya AS melakukan pendekatan terhadap Islam dengan dua wajah, dan dalam kasus perang melwawan terorisme, dukungan AS akan diberikan kepada Negara-negara  yang menunjukkan dukunganterhadap kebijakan AS dalam memerangi Terorisme,sedangkan bagi yang tidak mendukung kebijakan AS  pun ada perlakuan khusus.Apa yang dilakukan AS dibelahan bumi ini dapat dilihat dalam perspektif upaya AS untuk memelihara hegemoni imperialnya di berbagai belahan bumi,termasuk juga kebijakan “anti terorisme”.Dengan menggalan dukungan Internasional,pilihan AS untuk menetapkan Osama Bin Laden  sebagai “teroris nomor wahid” tentu bukan tanpa perhitungan.
Sebagaimana yang dinasehatkan Samuel P.Huntington dan ilmuwan lain seperti Bernard Lewwis ,hanya “peradaban Islam” yang dilihat sebagai potensi ancaman serius bagi “peradaban barat”.Didukung trauma historis Barat terhadapa Islam pada masa lalu yang menjadikan Islamifobia ,dipoles dengan “kepentingan” menjadikan tampak nyata bahwa wacana terorisme  ini menjadi sorotan dunia

Definisi Terorisme yang Kabur

“Terorisme” Kata ini muncul kembali setelah tragedi 11 September 2001 oleh AS yang diberitakan berulang-ulang. Secara  politis,AS menggunakan tangan PBB untuk menghancurkan apa yang disebut terorisme.Setelah Resolusi PBB 2001, DK –PBB meminta agar anggotanya  menolak uang,dukungan,maupun perlindungan terhadap teroris,lalu keluar lagi Resolusi 28 Oktober 2001 yang intinya masih sama .Resolusi ini sama sekali tidak secara khusus mendefinisikan apa itu seorang teroris,dan tidak juga mengidentifikasi seseorang yang diduga melakukan serangan ke AS.

Lagi-lagi masalahnya adalah “definisi yang objektif” tentang terorisme”.Siapa yang disebut terrorism dan harus dijatuhkan sangsi atasnya?AS telah mencap organisasi-organisasi dunia sebagai teroris.Jika Hamas saja dicap teroris karena memperjuangkan kemerdekaan Palestina,apakah Israel yang jelas-jelas menerapkan berbagai “kekerasan” tidak masuk kategori teroris?Ketidakjelasan definisi semacam ini jelas berbahaya,sebab akan mamakan korban yang tidak selayaknya.Seperti kasus Bosnia,dimana  Serbia membantai umat muslim,walaupun mereka hidup dengan damai dan lebih condong ke barat.

Harian terkemuka di timur tengah Al Syarqul Awsath menulis, Amerika serikat menimbulkan masalah baru karena konsep terorisme melebar kemana-mana.Dunia Arab mengusulkan AS agar menyepakati definisi dan maksud terorisme.”Mendefinisikan terorisme merupakan satu cara untuk keluar dari perang jangka panjang yang melelahkan,Kita berharap agar kejadian di Irak menyadarkan kelompok konservatif di Washington”
Sejak AS melancarkan “perang melawan terorisme” banyak pemimpin Negara berpikir serius tentang hal itu agar jangan sampai tidak mendapat restu dari AS.

Maka,demi mempertahankan kekuasaan,berbagai paradox akitab konsep “terorisme” terpaksa dibairkan terjadi.Seperti Pakistan dapat melakukan tindakan yang kontradiktif dengan Taliban,padahal sebelumnya Pakistanlah yang mendukung dan turut membesarkan Taliban,tetapi semakin kesini Pakistan memburu Taliban dan mengikuti jejak AS.Paradoks seputar Terorisme banyak terjadi ,karena dari awal tidak jelasnya terorisme sendiri  apa yang dilakukan AS terhadap Irak,pengeboman atas Afganistan(tentunya lebih besar dari 11 september) dapat disebut juga sebagai teroris.

Kenyataanya,dilapangan ,pengertian “teroris”,”militan” tidaklah jelas dan sangat bias,tergantung kepda kepentingan.Seorang pakar peradaban dari Timur Francis Fukuyama mencatat: Islam radikal ,yang tidak toleran terhadap semua bentuk keragaman dan suara berbeda,telah menjadi kaum fasis dizaman kia.Merekalah yang sedang kita lawan”

Jika miltian islam,radikal islam merupakan musuh Barat paling utama saat ini,sehingga menurut Fukuyama harus diperangi,harus dilawan,maka timbul kembali pertanyaan,siapa sajakah yang disebut “militant” atau “radikal” itu? Dan apakah dunia bisa secara fair dan adil menerapkan definisi itu untuk semua jenis manusia,bangsa,dan Negara? Apakah standar teroris, radikalis ini lagi-lagi dapat diterapkan secara adil?
Lagi-lagi dunia Internasional kebingungan menjawab pertanyaan –pertanyaan seperti ini,jika menilik sejarah dan fakta yang ada sekarang.Bagi AS mudah saja menjawab pertanyaan seperti ini seperti pidato di Kongres 20 September 2001
“Setiap Bangsa di semua kawasan kini harus memutuskan: Apakah Anda bersama kami,atau Anda bersama Teroris.Sejak hari ini bangsa manapun yang masih menampung atau mendukung terorisme akan diperlakukan oleh Amerika Serikat sebagai Rezim Musuh”

Dengan seperti ini,menguatkan pandangan bahwa AS leluasa menerapkan berbagai kebiajan untuk mebuat “hitam” diatas  “putih”.Tidak ada area abu-abu,yang ada hanyalah hitam dan putih.Maka terjadilah cap mengecap seperti Iran,Korea Utara,Irak sebagai “Poros Setan” dan menyatakan secara terbuka ketiganya merupakan target perang AS melawan terorisme.Kenyataanya AS bersama Zionis Israel adalah satu-satunya Negara didunia yang mempraktikan terorisme( kekerasan) Negara terhadap rakyat dan pemerintahan yang tidak mau menuruti keinginannya

Peran Media Masa

Media masa juga menjadi bagian penting dari penyebaran kerancuan dan definisi tentang terorisme dalam kaitannya dengan Islam.Sebagai contoh adalah pemberitaan media massa di Indonesia tentang “kelompok Abu Sayyaf di Filipina.Kompas menggunakan istilah beragam untuk Abu Sayyaf ,yaitu “kaum militant,dan sebelumnya menggunakan istilah “kelompok gerilya muslim “.Pada hari sebelumnya menggunakan “gerilyawan separatis”.Sedangkan pada 2002,Media Indonesia  menggunakan istilah “kelompok pemberontak,Koran  tempo menggunakan “gang penculik” sedangkan pada esoknya tempo tidak menggunakan julukan apapun ,dan hanya meggunakan sebutan “Kelompok Abu Sayyaf”.Sedangkan republika menggunakan “kelompok gerilyawan Abu Sayyaf”

Istilah “militan”dan “gerilyawan Muslim” yang digunakan kompas yang telah dicap sebagai kelompok “penculik”,”perompak”,pemberontak ,separatis, sadar atau tidak berkaitan dengan pembentukan citra islam.Mengapa? Karena pada saat yang sama,Kompas tidak menyebut “teroris yahudi”pada Israel dan “pembantai Kristen” pada tokoh-tokoh yang melakukan terorisme di Serbia,atau kasus pemboman WTC di Oklahoma City tahun1996.

Pada perang teluk 1991,Angkatan Udara AS menjatuhkan 88000 ton bom di Irak,jumlah yangs etara dengan 7 kali lipat yang dijatuhkan di Hirosima.Dalam bukunya dibalik keterlibatan CIA,Williem Oltmans mengatakan tidak memberitakan peristiwa Pengadilan Kejahatan Perang Amerika di newyork ,yang dihadiri 22 hakim dari 18 negara bagian,Keputusan pengadilan itu menetapkan AS dan para pejabat terasnya dinyatakan bersalah atas 19 tuduhan kehatan perang
Dengan keputusan pengadilan itu,mengapa George Bush senior tidak dijuluki oleh media massa sebagai”militan Kristen”? Jika osama saja yang dicurigai sebagai otak penghancur gedung WTC sudah dicap “militant” dan “teroris”, begitupun Abu Sayyaf yang muslim dicap sebagai “gerilya muslim” “militant”,mengapa Ariel Sharon yang  jelas bertanggung jawab pada pembantaian warga Palestina  tidak disebut-sebut sebagai “militan “ atau “teroris yahudi”,mengapa banyak media massa tidak memberi gelar seperti itu?

Rekayasa informasi global itulah yang sekarang terus berlangsung ,melalui media-media massa global,masyarakat global diveri ketidakberdayaan dalam berbagai hal menghadapai hegemoni informasi.Kepentingan-kepentingan Barat ,dapat diwujudkan seperti ekonomi dan industrinya menjadi “selera dunia” terjadilah homogenitas cara berpiki,menjadikan orang yang makan di produk AS menjadi bangga,atau kesamaan pakaian, yang menjadikan “gaul” orang yang memakai jeans.

Ala berpikir ala Barat yang Kapitalis, Liberal,dan sekular merupakan budaya yang  membanggakan.Inilah yang menjadikan kaum muslimin secara tidak sadar didorong untuk sedikit demi sedikit meninggalkan berpikir “Islami” dan mengikuti berpikir Barat  yang telah kehilangan nilai-nilai spiritual.Merasa phobia ikut-ikutan Barat karena takut menjalankan sunnah dicap Islam fanatik,atau malu karena media memberitakan Islam=teroris , atau mungkin dibuat lupa, sehingga menjadi seperti Barat sangat memuaskan dan menjalankan agamanya serasa berat dan malu-malu,takut dibilang teroris.

Invasi Barat atas Pemikiran Islam

Dalam berbagai Kajian , Smith,Hintington,Fukuyama dan ahli-ahli lainnya yang telah mengkaji peradaban dunia, terdapat beberapa kesimpulan bahwa Teori Benturan Peradaban bukanlah hal yang tidak nyata. Peradaban yang bertahan sampai saat ini yaitu Barat dan Islam. Benturan ini akan melahirkan sebuah peradaban tunggal yang utuh.Pemikiran-pemikiran ala Barat seperti Liberalisme,Sekularisme,juga denganperan media dimana “latah budaya” seprti Food, Fashion,Fun, dimana kita dibuat terhibur ,malas berpikir menjadikan umat islam lupa siapa dirinya.Menjadikan “latah ketakutan” terhadap agamanya sendiri,menjadikan sebuah pelajaran bagi kita.Bagaimana peradaban Barat dibangun dengan trauma terhadap keyakinannya sendiri,menjadikan peradaban yang maju saat ini,namun kosong dan menjauhi agamanya sendir,melahirkan seklarisme,liberalisme,yang justru membingungkan mereka sendiri.

Latah teroris muslim pun memang menjamur di Barat.Umat Islam tidak perlu minder karena mengkaji agamanya sendiri.Saat kasus WTC dimana Barat  mulai menunjukkan kebingungan,yang terjadi adalah orang-orang barat  mengkaji Al Quran yang menyebabkan banyaknya orang yang masuk Islam setelah tragedi 11 September.Serbuan bahwa muslim itu teroris seharusnya membuat umat Islam semakin kembali mempelajari agamanya.Apakah memang benar dalam Islam itu diajarkan dalam masa damai seperti ini melakukan penyerangan.Atau hanya akal-akalan Barat saja ,untuk kepentingan politis,ekonomi,budaya dan pemikiran menjadikan Umat Islam semakin menjauh dari sumber agamanya yaitu Quran dan Sunnah.Cap-cap semacam Islam fanatik ,Islam radikal,Islam fundamentalis yang sering terdengat anggap saja sebutan untuk menjauhkan umat muslim dari agamanya

Menjadi ketakutan dicap fanatik hanya karena belajar Quran dan Sunnah,atau ketakutan dicap teroris hanya karena berjenggot panjang ,sebuah phobia yang berlebihan, dengan mitos-mitos pasaran.Islam dengan tegas menyatakan bahwa Agama Rahmatan lil Alamin.Tidak butuh mitos-mitos seperti teroris,radikal,fundamentalis dari Barat,karena Islam sudah menegaskan sendiri identitasnya.Dan orang Muslim seharusnya Bangga dengan ketegasan ini, dengan menyaring budaya Barat yang menjamur Kalaulah teroris yang dimaksud melakukan kekerasan,pembantaian,dimasa damai seperti sekarang ini,maka kita dapat senang hati menyebutkan,Saya adalah seorang Muslim dan  saya bukan teroris,dan menuntut orang-orang yang melakukan pembantaian dihukum secara tegas.

Sumber : Wajah Peradaban Barat ,Adian Husaini
Moslem Recovery

http://rizkilesus.wordpress.com/

oleh: Jango98

Inilah adalah bentuk ketidak jelasan, kontradiksi dalam Quran. Allah menyatakan bahwa Quran diturunkan dengan bahasa arab yang jelas. Yang namanya jelas tentu harus dapat dipahami tanpa ditafsir yang aneka ragam. “Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan dalam bahasa Arab”(QS. Ar Ra’d 13 : 37) “dengan bahasa Arab yang jelas”(Qs. Asy Syu’araa’ 26 : 195), “Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan”(QS, Az Zumar 39 : 28) TETAPI apa yang terjadi dengan ayat-ayat berikut (buanyak bangetz), yang TIDAK JELAS sama sekali bahkan ULAMA-ULAMA islam kebingungan dan tidak ada yang tahu maknanya. “Alif laam miin”(Qs. Albaqarah 2:1, Almaidah 3:1, Luqman 31:1, As Sajdah 32:1, ), “Alif laam raa,”(Qs. Huud 11:1, Yusuf 12:1), “Alif laam miim raa”(Qs. Ar Ra’d 13:1, Ibrahim 14:1, Al Hijr 15:1), “Yaa siin”(QS. Yasiin 36:1), “Shaad”(QS. Shaad 38:1), “Haa Miim”(Qs. Al Mu’min 40:1, Fushshilat 41:1, Asy Syuura 42:1, Az Zukhruf 43:1, Ad Dukhaan 44:1, Al Jaatsiyah 45:1, Al Ahqaaf 46:1), “Qaaf”(Qs. Qaaf 50:1), “Nun”(QS. Al Qalam 68:1) inilah bukti ketidak jelasan Quran & kontradiksi quran. baca tulisan Ahli Quran ini : ( Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: alif laam miim, alif laam raa, alif laam miim shaad dan sebagainya. Diantara ahli-ahli tafsir ada yang MENYERAHKAN – ini berarti tidak jelas.pen- pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya -jika jelas kenapa ditafsir.pen)

source: http://islam.nab.su/artikel7.html

Penghakiman sepihak yang sungguh-sungguh sangat menyesatkan dari pengarang situs tersebut. Tanpa dia mau meneliti barang sedikitpun akan penjelasan-penjelasan yang sebenarnya sudah gamblang.

Alief adalah abjad pertama dalam huruf Hijaiyyah sedangkan berturut-turut Lam dan Miem merupakan abjad ke-23 dan ke-24 dalam susunan huruf Hijaiyyah.

Para penafsir al-Qur’an terbagi atas beberapa bagian dalam memahami ayat pertama dari surah al-Baqarah ini, sebagaimana bisa dibaca juga dalam penjelasan al-Qur’an terbitan Departemen Agama Republik Indonesia :

Diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu. ( al-Qur’an dan terjemahnya Edisi Revisi 1989, Departemen Agama Republik Indonesia Jakarta Penerbit Gema Risalah Press Bandung hal. 8)

A. Hassan sendiri dalam Tafsir al-Furqonnya pada halaman 2 footnote 9 yang merupakan penjelasan dari ayat ini menulis :

Menurut sebahagian dari tafsir-tafsir, bahwa :
a. Alief itu ringkasan atau potongan huruf dari kalimah Allah atau Ana ( artinya AKU )
b. Lam itu ringkasan atau potongan huruf Jibril, Allah atau Latief ( Maha Halus )
c. Miem itu ringkasan atau potongan huruf dari Muhammad, A’lam ( Maha Mengetahui ) atau Majid ( Maha Mulia )

Continue Reading »

Oleh: Jango98

Tidak ada lagi selain RAJA SETAN (IBLIS) yang mengirim setan-setan kepada manusia. Tuhan tidak akan mengirim setan-setan melainkan utusan yang baik yg akan membimbing manusia namun auloh.swt telah mengirim setan-setan kepada orang kafir, itu berarti dialah yang menggoda dan menyebabkan manusia menjadi kafir. Siapa lagi yang mengirim SETAN-SETAN kalau bukan RAJA SETAN yaitu auloh.swt sebagaimana yang tertulis dalam quran.”Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah MENGIRIM SETAN-SETAN itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?,” (QS. Maryam9 : 83)

source: http://islam.nab.su/artikel1.html

Pertama-tama dalam menanggapi fitnahan ini adalah bahwa QS. Maryam bukanlah surah ke 9, melainkan ke 19. Dalam hal ini terlihat bahwa pengarang situs tersebut bukanlah orang yang teliti dan hanya bermaksud melakukan penyesatan. Ayat tersebut juga dipotong dengan semena-mena sehingga mengaburkan latar belakang dari turunnya ayat tersebut. Saia mencoba memberikan sambungan dari QS. Maryam tersebut:

19. 83. Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan- syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?,

19. 84. maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.

Continue Reading »

Oleh: Jango98

Ritual sholat adalah menghina Tuhan, karena Tuhan yg sesungguhnya tidak tergila-gila pada masalah penyembahan. Ini penghinaan yang luar biasa sekali kurang ajarnya. Apa sih yang Tuhan utamakan? Perilaku hidup umatNya, itulah yang menyenangkan Tuhan dan itulah yang Tuhan ridhoi. Ritual sholat adalah sama dengan menganggap Tuhan itu sosok pribadi yang sangat idiot, girang banget kalau disembah-sembah, sehingga tidak peduli pada keadilan dan kebenaran. Dengan demikian, bangsa Arab menganggap Tuhan itu botol dan buta rohani. Ini sikap yang sangat kurang ajar dan menghina. Tuhan yang sejati tidak lebih mengutamakan penyembahan ketimbang keadilan dan kebenaran. Penyembahan hanyalah efek samping dari ketundukan, dan bukanlah sesuatu yang diutamakan, apalagi sampai mengandung pahala. Tuhan tidak pernah menjanjikan pahala bagi orang yang nyembah-nyembah diriNya, justru setan-lah yang menjanjikan pahala bagi orang yang bersedia nyembah-nyembah dirinya. SETAN dalam Bibel menjanjikan pahala bagi siapa yang mau menyembahnya.?Jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” (Lukas 4:7) auloh.swt dalam Alquran, menjanjikan surga bagi siapa saja (termasuk pada penjahat) asal cuma setia menyembahnya saja. “Seorang Pencuri dan Pezinah akan masuk surga, asal cuma menyembah Awloh saja seumur hidupnya”(Sahih Bukhari 9.93.579) “Siapa saja yang hafal 99 nama Awloh, dijamin masuk surga” (Sahih Muslim, Book 035, Number 6475)

Source: http://islam.nab.su/artikel5.html

Sungguh pengarang dari website di atas tidak memiliki pengetahuan apa-apa tentang arti dan makna shalat. Bahkan tidak memiliki pengetahuan apa-apa terhadap islam. Tapi dia hanya memperlihatkan kebenciannya terhadap islam dengan berusaha memutarbalikkan ayat-ayat Alquran. Namun, fitnah ini Insya Allah akan semakin memperkuat iman setiap muslim yang kian menyadari betapa firman Allah dalam Alquran itu adalah benar tanpa keraguan sedikitpun.

Secara bahasa, shalat berarti doa. Shalat dengan makna doa dicontohkan di dalam Al-Quran Al-Karim pada ayat beikut ini.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan shalatlah (mendo’alah) untuk mereka. Sesungguhnya shalat (do’a) kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. At-Taubah: 103)

Continue Reading »

oleh: Yazixchi

kejahatan yg halal
Bicara masalah kejahatan mungkin bagi kita manusia tdk heran lg mendengarnya.. Kita smua umat beragama mana pun tdk ada yg menjamin umatnya tdk pernah melakukan kejahatan..
Dimana-mana dan setiap saat kita slalu mendengar kejahatan telah tejadi di suatu tempat.. Kenapa slalu terjadi kejahatan? Mungkin krn kita terlahir sbagai se orang berdosa.. Nah di sinilah agama berfungsi mengurangi tingkat kejahatan tersebut. Kejahatan terjadi berdasarkan unsur2 kemanusiaan, artinya kejahatan yg dilakukan seseorang diluar apa yg di ajarkan oleh Tuhan dan agamanya.. Tp saya mohon jangan ada yg mengatakan smua agama begini..
Agama islam salah satunya.. Di dalam agama islam justru mengajarkan berbuat kejahatan yg menurut kita manusia tp bukan kejahatan menurut agama ini dan bahkan di perbolehkan (HALAL)..
Salah satu kejahatan paling keji menurut kita manusia adalah membunuh.. Didalam agama islam justru di halalkan membunuh manusia yg telah melawan dan menentang islam. Mereka tdk segan2 menghabisi org yg menentang mereka.. Pertanyaannya bagai mana mungkin agama ini menghalalkan darah org yg menentang mereka..? Pantaskah mereka membunuh sesamanya manusia..? Kenapa mereka sampai tega melakukan hal ini.? Seekor harimau pun tdk akan tega membunuh sesamanya harimau.. Tp kenapa islam lebih rendah di banding binatang..?
Sebesar apapun kesalahan seseorang, kita sbagai manusia tdk akan pernah punya hak utk membunuh seseorang itu krn kita jg sama seperti dia adalah ciptaan Tuhan, walaupun dlm kenyataanya banyak jg yg menghabisi nyawa seseorang krn emosi.. Sampai saat ini slain agama islam, saya belum pernah mendengar ada ajaran agama yg mengajarkan membunuh, bahkan agama sesat skali pun.. Bukankah jika agama islam mengajarkan membunuh, agama ini lebih rendah di banding agama sesat..? Ada yg sudah nonton saat pelaku terorist boom di bali yg menhabisi ratusan nyawa org, di sidang di pengadilan..? Mau tau apa reaksi pelaku boom ini..? Dia dgn bangganya berteriak di hadapan smua org “AULOH HU AKBAR..! AULOH HU AKBAR..!” Kenapa pelaku ini berteriak begitu dgn bangganya? Itu krn dia merasa telah melakukan hal yg baik yg telah di ajarkan agamanya..

Source : http://islam.nab.su/artikel11.html

Umat non muslim selalu beranggapan kalau agama Islam adalah agama yg kejam, yang menghalalkan darah orang kafir. Sebenarnya anggapan tsb sangat2 tdk benar dan merupakan fitnah belaka.

Mungkin inilah dasar mengapa org non musliim tsb beranggapan demikian (terutama surat At Taubah:

Continue Reading »

oleh: tQkai

1. SITI KHADIJAH: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkimpoian Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkimpoian. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal. Continue Reading »